Rabu, 05 Januari 2011

Aliran Mistik Setanisme


Aliran Mistik Setanisme

Dajal dalam bentuk pemujaan terhadap materi dipresentasikan oleh dunia Barat dalam bentuk pemikiran rasional dan menjadikan para pengikutnya untuk berpikir bebas (freethinker).

Mereka meyakini bahwa kehidupan hanyalah ada di dunia. Oleh karena itu, segala macam dogma agama harus disingkirkan, sebab itu memenjarakan manusia: kebebasan, hawa nafsu, seks, dan segala keinginan manusia yang harus dinikmati, selama tidak mengganggu orang lain.

Itulah sebabnya, ajaran setan ini mengakomodasi para lesbian, homoseksual, dan kebebasan seks.





Gerakan setanisme yang dipresentasikan secara rasional dan diberikan dasar-dasar falsafahnya, sesuai dengan tuntutan dunia modern yang rasionalis-matrialistis, pertama kali dipelopori Aleister Crowley seorang sastrawan, pendaki gunung dan juga anggota dari aliran kepercayaan Hermetic Order di Inggris telah memperkenalkan ajaran mistik Thelema (dari bahasa Yunani Thel-ay-mah) yang artinya 'keinginan atau kecenderungan'.

Ajaran Thelema merupakan adopsi dari mistik kuno di Mesir yang mendewakan Isis dan Osiris, serta memuja angka keramat "tujuh", dikarenakan alam semesta berdiri di atas angka tujuh tersebut.

Ajarannya menekankan kebebasan manusia sebagai bintang-bintang di muka bumi yang mempunyai kebebasan untuk mewujudkan apa saja yang diinginkan oleh manusia.

Itulah sebabnya, kesaksian para aliran Thelema adalah "lakukan segalanya sekehendakmu dengan hukummu." sebagaimana diuraikan dalam buku karangannya Liber Legis (Kitab Hukum).

Kebebasan manusia didasarkan pada cinta sebagai hukum utamanya, tetapi cinta itu pun harus tetap berada dalam kendalinya. Pengembaraan Crowley ke Mesir dan dunia Timur telah memberikan ilham dan pemerkayaan pengetahuannya dalam mengarungi kegilaannya kepada dunia mistik, sehingga ajaran Thelema merupakan sinkretisasi dari ajaran sesat dengan menggabungkan sesembahan yang ada di India, Mesir, dan daratan Eropa.

Di dalam inti ajaran Thelema disebutkan beberapa "guru" yang disebut Avatar, Ahman, Baphomet yang dituangkannya dalam motto: sigillum sanctum fraternitum yang menghiasi cakra tujuh segi sebagai lambang kebebasan universal (universalist liberalist).



Ajaran mistik Crowley, Thelema, semakin berkembang dan mengilhami pemikiran matrialis-rasional para pemikir Amerika. Misalnya, ajaran tentang unitarian universalist, sebuah ajaran yang mengajak umat manusia untuk bersatu-padu dalam ikatan kemanusiaan, persaudaraan, kesatuan, dan kasih sayang.

Yang tidak lain adalah ajaran yang telah dikumandangkan atau dipengaruhi oleh para pemikir bebas dan ateis freemason melalui "penyembahan setan" (satanic worship) yang dikembangkan sebagai satu agama yang disebutnya sebagai satanic church oleh Anton Szandor La Vey pada tahun 1966.

Sebagaimana Adam Weishaupt pendiri Iluminasi dan tokoh freemason, La Vey juga adalah seorang aktivis gereja yang menyempal karena merasa kecewa dengan sistem gereja yang dianggapnya penuh dengan kemunafikan.

Untuk menumbuhkan kredo atau keyakinan pengikutnya, La Vey mengarang beberapa buku petunjuk antara lain The Satanic Bible dan The Satanic Ritual pada tahun 1969. Lalu pada tahun 1972, dia membuat buku The Complete Wick dan The Devil Notebook yang sangat laris.






Mereka sangat membanggakan nilai kemanusiaan, persamaan hak, dan kebebasan (humanity, equality, dan freedom). Manusia dilahirkan sama dan harus mempunyai kebebasan yang sama. Seseorang melebihi yang lain, berarti melawan fitrah karena kelebihan seseorang dari yang lain, berarti telah merampas sebagian dari kebebasan manusia yang lain. La Vey menetapkan tiga ajaran pokok setanisme, yaitu memuaskan rasa ingin tahu intelektual, tindakan kebebasan individu, dan memanjakan diri (intellectual curiousity, personal liberty of action, dan physical indulgence).

Hal ini mendekati definisi yang dibuat oleh The American Humanist Association (Asosiasi Humanis Amerika) bahwa humanisme adalah falsafah dari berpikir yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, diilhami dengan seni, didorong oleh kasih sayang. Humanisme membela dan sekaligus mengembangkan partisipasi manusia dalam proses demokrasi yang mengembangkan keterbukaan dan membela keadilan sosial.

Ajaran setan ini bukan lagi sebagai khayalan, tetapi benar-benar ada. Bahkan, ia telah berkembang cepat --telah dilegalkan-- dan merambah ke kota-kota besar di seluruh dunia. Mereka ingin menjadikan ajaran ini sebagai agama alternatif; secara terselubung profesional dan dengan dukungan dana yang berlimpah. Mereka terus memasuki berbagai bidang kehidupan manusia. Memasuki institusi dan dengan sangat pandai membelokkan moral dan dogma, sesuai dengan keinginan mereka.

Setanisme ajarannya menekankan pada rasionalisme bahwa dalam kehidupan nyata, sebuah sistem harus didasarkan pada rasio diri sendiri, memanjakan diri, dan membangun keterasingan.

Berpikir bebas atas dasar asumsi bahwa manusia belum bebas, selama masih dipenjarakan oleh dogma-dogma agama, khususnya agama Kristen --sebab itulah mereka menyebut dirinya sebagai anti-Kristus. Manusia belum bebas selama masih terkotak-kotak dalam agama yang menjadi pemacu konflik. Sebab itu, manusia harus menyambut baik ajaran setan bersama para pengiringnya (the fallen angels), yang justru ingin menempatkan manusia sebagai raja di muka bumi.

Mereka sangat yakin bahwa setanisme merupakan agama yang memperkenalkan kebenaran sejati dan lebih tua dari ajaran Kristen itu sendiri. Inti ajarannya adalah merangkum segala pemikiran yang bebas dari dogma agama. Walaupun ajaran mereka sendiri penuh dengan dogma dan kontradiksi satu sama lainnya. Akan tetapi, ajarannya tetap merupakan ancaman dan tantangan bagi para juru dakwah agama bahwa ajaran setan dengan segala derivasinya telah merambah dunia dan memperkenalkan berbagai ajaran yang mereka ajarkan dengan rasional, lebih tepat bahwa ajaran mistik sinkretisme yang dicarinya adalah rasionalisasinya.

Cita-cita ajaran setan ini menjadikan dunia menjadi satu, dengan asumsi bahwa seluruh umat manusia harus dibebaskan dari dogma agama. Mereka harus patuh pada satu pemerintahan dan satu kekuatan, yaitu Baphomet sebagai "bapak" dari segala setan termasuk binatang the Beast 666.

Gerakan mistik dan okultis sebagai bagian dari jaringan konspirasi kaum ateis, pemikir bebas, dan leftist yang sangat membenci agama samawi, semakin berkembang dari waktu ke waktu, bahkan mampu mengorganisasikan dirinya dengan sangat profesional untuk menyimpangkan, atau jelasnya mengkafirkan orang-orang yang beriman.

Berbagai okultis-mistik secara sengaja diarahkan kepada kaum muda, misalnya Children of God, Worldwide Church of Satanic Liberation, The Satanic Orthodox Church, Temple of Set, dan sebagainya.

Peringatan Al-Qur'an tentang akan datangnya Dabbah sudah terbukti. Binatang melata yang dimaksudkan Al-Qur'an tidak lain adalah ajaran setan yang "dikemas" dengan sangat modern, ditawarkan dengan "bungkus" rasionalisme, humanisme, dan demokrasi.

Hal itu pada dasarnya adalah cara kaum zionis yang ingin melumpuhkan seluruh umat manusia agar terlena dengan godaan materi yang mereka tawarkan tersebut. Lalu pada akhirnya, mereka akan menguasai dunia dengan ajaran-ajararmya tersebut.

Pemikir atau filosof tingkat dunia antara lain Friedrich W Nietzsche, Isaac Newton, Karl Marx, Thomas Jefferson adalah beberapa contoh tokoh yang merupakan mata rantai dari kelangsungan dan penyempurnaan akan datangnya Dajal dalam bentuk pemikiran bebas dan berorientasi hanya pada materi.

Ajaran setan yang telah memutarbalikkan penafsiran Alkitab telah menjadi pembangkang paling gigih menentang gereja Katolik dan Kristen pada umumnya.

Mereka meyakini bahwa binatang dengan bilangan 666 --sebagaimana dimuat di dalam Kitab Wahyu 13: 18-- merupakan berkah bagi umat manusia, karena "binatang 666" itu adalah anak dari Baphomet, kosmik Kristus yang akan turun ke bumi dan tinggal selama tiga setengah tahun untuk mengantarkan umat manusia ke dunia baru.


Sumber: Dajjal dan Simbol Setan, Drs. H. Toto Tasmara, Penerbit: Gema Insani Press       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar